
Dampak Lingkungan yang Mengkhawatirkan
Peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo menyoroti alih fungsi lahan produktif yang semakin meningkat. Sawah dan kebun berubah menjadi kompleks perumahan, sehingga ketahanan pangan daerah berpotensi terganggu.
Selain itu, banyak area resapan air kini tertutup beton. Kondisi ini memperbesar risiko banjir, terutama saat curah hujan tinggi. Dengan demikian, tata kota yang tidak terkendali jelas memperburuk kualitas lingkungan.
Kemacetan lalu lintas pun mulai terlihat di ruas jalan utama. Jumlah kendaraan pribadi terus bertambah karena masyarakat masih kesulitan mengakses transportasi umum yang memadai. Oleh karena itu, kualitas udara di Kota Gorontalo ikut menurun.
Peringatan Keras dari Peneliti
Peneliti lingkungan Dr. Rinto Djafar memperingatkan bahwa urban sprawl bisa menimbulkan krisis jangka panjang. Ia menegaskan, “Jika tidak dikendalikan, Gorontalo bisa menghadapi masalah air bersih dan kerusakan ekosistem.”
Ia juga mendorong pemerintah untuk memperketat tata ruang kota. Menurutnya, pemerintah harus mengarahkan pembangunan agar tetap ramah lingkungan dan selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Langkah Pemerintah Kota Gorontalo
Pemerintah Kota Gorontalo mulai mengevaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Mereka menyatakan komitmen untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan kelestarian lingkungan.
Selain itu, pemerintah bekerja sama dengan akademisi dan komunitas lingkungan untuk mengkaji dampak urban sprawl. Dengan begitu, keputusan pembangunan dapat lebih tepat dan berpihak pada masyarakat.
Baca Juga : Pria Ini Terekam CCTV Kabur Nyaris Telanjang Usai Gagal Perkosa ABG
Peran Aktif Masyarakat
Masyarakat juga memegang peranan penting. Mereka bisa berkontribusi dengan memilih hunian yang ramah lingkungan dan mendukung keberadaan ruang terbuka hijau.
Selain itu, warga dapat mengurangi polusi dengan menggunakan transportasi umum. Partisipasi aktif masyarakat akan mempercepat terciptanya kota yang lebih berkelanjutan.

