Gorontalo – Pemuda Asal Pontolo Jual Mohamad Abdul Olanju (22) mengendarai motor yang sudah dimodifikasi menjadi etalase kopi.
Sehari-hari ia terlihat di area kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan ruas Jalan Panjaitan.
Pemuda asal Desa Pontolo, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) itu merantau ke Kota Gorontalo dan bekerja sebagai “barista jalanan”.
Tugasnya sederhana, membawa motor keliling dan menyajikan menu bertuliskan Ngopi Ala Cafe by Kopi Labs.
Saat ditemui TribunGorontalo.com pada Selasa (9/12/2025), Abdul sedang menata cup, dan menyelesaikan satu pesanan. Gerakannya cepat, seolah sudah hafal ritme kerja hariannya.
“Saya awalnya cuma suka kopi saja,” ucapnya pelan.
Ia menceritakan bahwa minat untuk berjualan muncul saat melihat banyak rekannya bekerja dengan sistem yang sama.
Baca Juga : Penghasilan Sopir Bentor Gorontalo Hanya Rp30–60 Ribu, Padahal Mangkal sejak Subuh hingga Malam

Tidak butuh banyak modal, tidak terikat jam kantor, dan bisa berinteraksi dengan banyak orang.
“Teman-teman banyak yang jual begini. Saya lihat asik. Terus mereka sarankan ikut Kopi Labs,” katanya.
Abdul baru bergabung lima bulan terakhir. Ia mulai bekerja sekitar Agustus dan langsung belajar menyesuaikan diri dengan ritme jualan keliling.
Setiap Senin sampai Sabtu, ia biasanya mulai berjualan sekitar pukul 09.00 Wita di kawasan kampus UNG.
Lokasinya berpindah-pindah, tergantung area yang sedang kosong. Terkadang di belakang bagian Auditorium kadang di kawasan Indoor Tenis Lapangan UNG.
Sore hari ia istirahat sebentar, lalu kembali berjualan pada malam hari di sekitar Jalan Ex Penjahitan hingga lewat tengah malam.
“Kalau Minggu mulai jam sepuluh pagi sampai magrib, istirahat sedikit, lanjut lagi sampai jam dua belas malam,” tuturnya.
Sebagai karyawan, hampir seluruh bahan disiapkan oleh Kopi Labs. Ia hanya membawa perlengkapan dan menjual sesuai stok.
baru bergabung lima bulan terakhir. Ia mulai bekerja sekitar Agustus dan langsung belajar menyesuaikan diri dengan ritme jualan keliling.
hari ia istirahat sebentar, lalu kembali berjualan pada malam hari di sekitar Jalan Ex Penjahitan hingga lewat tengah malam.
Lokasinya berpindah-pindah, tergantung area yang sedang kosong. Terkadang di belakang bagian Auditorium kadang di kawasan Indoor Tenis Lapangan UNG.




