
Kronologi Hilangnya Calon Suami
Berdasarkan keterangan keluarga calon pengantin perempuan, acara akad nikah sudah dipersiapkan dengan matang, mulai dari undangan, catering, hingga mas kawin. Namun, saat waktu ijab kabul tiba, mempelai pria yang merupakan oknum Brimob tersebut tidak kunjung datang.
Pihak keluarga pun mencoba menghubungi yang bersangkutan, tetapi nomor teleponnya tidak aktif. Bahkan, rekan kerja pelaku juga tidak mengetahui keberadaannya pada hari penting itu.
Laporan ke Polda Gorontalo
Merasa malu dan dirugikan secara moril maupun materil, pihak keluarga calon istri resmi melaporkan kasus ini ke Polda Gorontalo. Mereka berharap agar institusi kepolisian menindak tegas oknum Brimob tersebut, mengingat kejadian ini bukan hanya mencoreng nama keluarga, tetapi juga nama baik institusi.
“Kami sudah menunggu seharian. Semua tamu sudah hadir, tapi dia tidak pernah muncul. Ini sangat memalukan,” ungkap keluarga korban kepada wartawan.
Respons Polda Gorontalo
Kabid Humas Polda Gorontalo menegaskan bahwa laporan dari pihak keluarga sudah diterima. Saat ini, oknum Brimob tersebut sedang dicari keberadaannya untuk dimintai klarifikasi. Jika terbukti melanggar kode etik, ia akan dijatuhi sanksi disiplin sesuai aturan yang berlaku.
Pihak kepolisian juga berjanji akan memberikan perlindungan hukum kepada calon istri yang menjadi korban dalam kasus ini.
Baca Juga : Festival Karawo Gorontalo 2025 Angkat Budaya dan Warisan Lokal ke Panggung Dunia
Dampak Sosial dan Psikologis
Kejadian ini menimbulkan rasa malu mendalam bagi keluarga calon pengantin wanita. Selain kerugian materi akibat persiapan yang sudah dilakukan, sang calon istri kini juga harus menanggung beban psikologis. Banyak pihak menilai, tindakan lari dari tanggung jawab di hari pernikahan merupakan perbuatan tidak terpuji.
Kasus ini pun viral di media sosial Gorontalo, dengan banyak warganet yang memberikan dukungan moral kepada korban serta mendesak agar kepolisian memberikan sanksi tegas kepada oknum Brimob yang bersangkutan.
